ahlan wa sahlan

Showing posts with label Ayah dan Mama. Show all posts
Showing posts with label Ayah dan Mama. Show all posts

CINTA AYAH


TERNYATA BUKAN HANYA IBU YANG MENCINTAI ANAKNYA AYAH JUGA PUNYA CINTA TULUS UNTUK ANAKNYA

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.


Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.


Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.


Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untukpergi sebenarnya lebih menyenangkan.


Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.


Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.


Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.


Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.


Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.


Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup


Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan.


Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan"


Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.


Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.


Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu


Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya


Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.


Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.


Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.


Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.


Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....


Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...


Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....


Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....


Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,tidak"


Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin


Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap okok dikamar mandi.


Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"


Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....


Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....


Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.


Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)


ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...


Tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.


Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"


Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"


Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"


Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....


Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...


Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....


Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

...::Ayah::..

Membahagiakan Ibu Bapa kita

Setiap anak wajib berbakti dan mentaati ibu bapa bertujuan membahagiakan kehidupan mereka melalui hari tua. Ajaran Islam meletakkan ibu bapa pada kedudukan yang mulia. Banyak bakti yang boleh dilakukan kepada ibu bapa. Bakti itu dalam bentuk metarial dan hubungan kasih sayang. Ini bersesuaian dengan fizikal ibu bapa yang semakin uzur dan memerlukan lebih perhatian.

Terdapat sekurang-kurangnya 10 bakti perlu dilakukan setiap anak terhadap ibu bapa.

1. Memberi nafkah. Terdapat ibu bapa yang berdepan dengan masalah kewangan. Mereka tidak dapat lagi melakukan tugas seharian disebabkan faktor usia. Kalaupun berkerja, tetapi tidak mencukupi untuk menampung perbelanjaan keluarga yang semakin meningkat.

Justeru menjadi tanggungjawab anak memberi nafkah atau bantuan kewangan kepada ibu bapa. Sumbangan itu tidak seberapa berbanding yang dibelanjakan ibu bapa untuk membesar dan mendidik anak.

2. Menyediakan tempat tinggal. Dalam kes ibu bapa yang hilang tempat tinggal, atau tidak sesuai untuk didiami, adalah menjadi tanggungjawab anak menyediakan tempat tinggal yang lebih sesuai kepada ibu bapa.

Paling baik jika ibu bapa dibawa tinggal bersama agar dapat menjamin keselamatan dan keperluan harian mereka diuruskan dengan baik.

3. Memberi kasih sayang. Kasih sayang adalah sebagai membalas kasih sayang yang selama ini telah dicurahkan ibu bapa. Kasih sayang ibu dan bapa tidak pernah padam terhadap anaknya. Jadi seharusnya kasih sayang itu dibalas dengan sebaik-baiknya.

Anak yang baik tidak melupai jasa dan kasih sayang kedua ibu bapa. Anak soleh sentiasa memohon kepada Allah agar ibu bapa mereka diberkati dan dicucuri rahmat.

Firman Allah bermaksud: ?Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayang memelihara dan mendidikku ketika kecil.? (Surah al-Isra, ayat 24).

4. Memberi perhatian. Ibu bapa yang diabaikan akan merasai kesunyian. Mereka terasa disisih dan dan seperti tidak diperdulikan. Hal ini memberi tekanan perasaan dan menyebabkan kemurungan. Keadaan ini jika berterusan memberi kesan kepada kesihatan fizikal dan mental ibu bapa.

Penerapan amalan memberi perhatian terhadap ibu bapa perlu disemai, dibajai serta disuburkan dalam kehidupan masyarakat kita. Kes anak yang membuang ibu bapa semakin meningkat. Anak memandang jijik terhadap ibu bapa sendiri.

Banyak ibu bapa yang disisihkan dan dihantar ke rumah rumah penjagaan orang-orang tua. Sukar diterima akal anak mendakwa tidak mampu menjaga ibu bapa. Sedangkan, ibu bapa mampu menjaga dan membesarkan beberapa orang anak.

5. Memenuhi permintaan. Ibu bapa seringkali memerlukan bantuan anak untuk melaksanakan sesuatu keperluan. Permintaan itu mungkin dalam bentuk kewangan, tenaga dan masa.

Memenuhi permintaan ibu bapa perlu diutamakan berbanding melakukan tugas lain. Sesungguhnya, memenuhi permintaan ibu bapa lebih baik berbanding melakukan ibadat sembahyang sunat, berpuasa sunat, dan seumpamanya.

Malah keutamaan berbakti kepada ibu bapa lebih utama berjihad di medan perang. Diriwaytkan daripada Bukhri dan Muslim, Ibnu Umar berkata: ?Saya telah bertanya kepada Nabi Muhammad: Apakah perbuatan disukai oleh Allah??

Lalu baginda bersabda: Sembahyang pada waktunya. Kemudian apa?? tanya saya lagi. Baginda menjawab: Berbakti kepada kedua ibu bapa. Saya bertanya: Apa lagi. Jawab baginda: Berjihad pada jalan Allah.

6. Melakukan apa yang disukai. Ibu bapa sudah tentu mengharapkan anaknya melakukan sesuatu yang baik pada pandangan mereka. Melakukan perkara yang tidak sukai ibu bapa bermakna melakukan perbuatan derhaka.

Anak derhaka kepada ibu bapa tidak mendapat keberkatan dalam kehidupannya. Sesiapa derhaka kepada ibu bapa disegerakan balasan di dunia dan tidak terlepas di akhirat.

Sabda Rasulullah bermaksud: Dua kejahatan yang disegerakan balasan di dunia ialah zina dan menderhaka kepada dua ibu bapa.(Hadis riwayat Tirmizi).

Dalam hadis lain diriwayatkan al-Hakam bermaksud: Semua dosa akan ditangguhkan Allah, yakni balasan menurut kehendak-Nya hingga ke hari kiamat, kecuali balasan menderhaka kepada kedua ibu bapa. Maka sesungguhnya Allah menyegerakan balasan kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum mati.

7. Bercakap dengan lemah lembut. Satu cara menjaga perasaan ibu bapa ialah bercakap lemah lembut dengan mereka. Suara hendaklah direndahkan dan jangan membantah permintaan mereka.

Firman Allah bermaksud: Tuhanmu telah memerintahkan, supaya kamu tidak menyembah selain Allah, dan hendaklah berbuat santun terhadap kedua orang tua. Jika salah seorang telah lanjut usianya, atau kedua-duanya telah tua, janganlah sekali-kali engkau berani berkata cis! terhadap mereka dan janganlah engkau suka menggertak mereka. Tetapi berkatalah dengan sopan santun dan lemah lembut. (Surah al-Israk, ayat 23).

Sesungguhnya, anak ditegah membantah kata-kata ibu bapa dengan suara tinggi atau bermaksud merendahkan kedudukan ibu bapa. Lebih baik berdiam diri daripada berkata-kata yang mungkin menyinggung perasaan ibu bapa. Kemudian jika ada kesempatan, gunakan cara yang lembut untuk menjelaskan keadaan sebenar.

8. Menghadiahkan kejayaan. Ibu bapa sentiasa mengharapkan kejayaan anak mereka. Anak hendaklah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai kejayaan agar dapat dikongsi kegembiraannya bersama-sama dengan ibu bapa.

Jadi, jika memperoleh kejayaan dalam pelajaran, mendapat pekerjaan, dinaikkan pangkat dan seumpamanya, seharusnya dimaklumkan kepada ibu bapa. Ibu bapa dibawa bersama-sama dalam majlis untuk meraikan kejayaan itu.

9. Meluangkan masa bersama-sama. Anak yang tinggal berasingan dengan ibu bapa perlu kerap meluangkan masa mengunjungi ibu bapa. Ibu bapa berasa senang menerima kunjungan dan menatap wajah anaknya.

10. Mendoakan kebaikan untuk ibu bapa. Anak perlu sentiasa mendoakan kebaikan untuk ibu bapanya. Amalan mendoakan kebaikan untuk ibu bapa perlu diteruskan biarpun ibu bapa telah meninggal dunia.

Sabda Rasulullah bermaksud: Apabila meninggal seseorang itu, maka terputuslah segala amalannya, melainkan tiga perkara iaitu sedekah jariah yang berterusan memberi manfaat, ilmu yang memberi kebaikan diajarkan kepada orang lain dan anak yang soleh yang sentiasa mendoakan kebaikan kepada kedua ibu bapanya. (Hadis riwayat Muslim).

Kebaikan dilakukan anak terhadap ibu bapa sebenarnya amat kecil Anak tidak mampu untuk membalas jasa ibu bapa sepenuhnya biarpun dia berbakti sepanjang hayatnya.

Gunakan kesempatan yang ada untuk melakukan bakti terhadap ibu bapa sebaik mungkin. Masa untuk anak berbakti

kepada ibu bapa sebenarnya semakin suntuk. Lambat laun ibu bapa akan meninggal dunia. Bertindaklah sebelum terlambat, selagi ibu bapa atau salah seorangnya masih hidup.

Kita selalu melihat dia ketawa,tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah yang kita sangkakan.Di sebalik senyumannya mungkin banyak cerita sedih yang ingin diluahkan.Di sebalik kesenangannya mungkin tersimpan seribu kekalutan..Kita tidak tahu.Tetapi jika kita cuba jadi sahabat sepertinya,mungkin kita akan tahu.

Kisah ini adalah mengenai Nilai Kasih Ibu.

Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu.

Kos upah membantu ibu :

Tolong pergi ke kedai – RM4.00

Tolong jaga adik – RM4.00

Tolong buang sampah – RM1.00

Tolong kemas bilik – RM2.00

Tolong siram bunga – RM3.00

Tolong sapu sampah – RM3.00

Jumlah – RM17.00

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berlegar-legar di mindanya. Si ibu mencapai sebatang pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

Kos mengandungkanmu selama 9 bulan – PERCUMA

Kos berjaga malam kerana menjagamu – PERCUMA

Kos air mata yang menitis keranamu – PERCUMA

Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu – PERCUMA

Kos menyediakan makan minum,pakaian dan keperluanmu – PERCUMA

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – PERCUMA

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata “Saya Sayangkan Ibu”.

Kemudian si anak mengambil pen dan menulis ‘Telah Dibayar’ pada mukasurat yang ditulisnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...