ahlan wa sahlan

Showing posts with label peringatan. Show all posts
Showing posts with label peringatan. Show all posts

Jangan sombong dengan kelebihan sementara




Seorang Executive muda yang berjaya sedang memandu disebuah perkampungan di pinggir Bandar. Ia memandu agak laju dengan sebuah kereta WAJA yang berprestasi tinggi yang baru sahaja dibelinya. Sambil ia memandu  ia sedang memerhatikan seorang anak kecil dicelah-celah kereta yang diletakkan ditepi jalan , ia memperlahankan keretanya untuk melihat sesuatu yang difikirkannya.
Seelok-elok sahaja kereta Waja tersebut melintasi kawasan tersebut ; anak kecil tidak kelihatan tetapi seketul batu dilontarkan tepat mengena pintu disebelah kanan kereta Waja tersebut.
Apalagi Executive muda tersebut menekan brek sekuat hatinya dan berundur ke tempat dimana Anak kecil tadi berdiri. Dengan marahnya dia keluar dari kereta terus meluru ke arah Anak kecil , menarik tangan anak kecil dan menghempasnya ke kereta yang terletak ditepi jalan dan terus memarahi Anak kecil tadi :
” Apa ni ? Siapa awak ? dan apa ke jadahnya awak berada disini ? Itu kereta baru , mahal dan susah nak baiki ? Awak tau tak ? Kenapa awak buat ini semua ? jerit Executive tersebut.
Anak kecil itu tunduk sedih , sayu dan memohon maaf ; ” Saya meminta maaf Pakcik, Saya tak tahu apa patut saya buat , ia merayu . Saya melontar batu kerana tak ada orang yang berhenti disini apabila saya panggil”.
Dengan linangan air mata ia menunjukkan ke satu sudut yang tidak jauh dari situ. “Itu abang saya , ia jatuh dari kerusi roda dari tebing disebelah dan tak ada orang yang dapat mengangkatnya kembali. Boleh tak Pakcik menolong saya , ia cedera dan ia terlalu berat untuk saya.
Dengan rasa terharu, Executive muda tersebut melepaskan anak kecil tersebut dan terus mengangkat abangnya dan meletakkannya kembali ke kerusi roda.
Terima kasih , pakcik, Saya doakan pakcik selamat dunia dan akhirat.
Tak dapat digambarkan dengan perkataan , Executive muda hanya melihat dengan sayu, Anak kecil tersebut menyorong abangnya yang cacat dan cedera pulang menuju ke rumahnya. Anak sekecil itu boleh mendoakannya akan kesejahteraan hidupnya.
Executive muda tersebut berjalan perlahan ke arah kereta , WAJA kemek teruk tetapi ia membiarkan saja tanpa dibaiki. Ia mengingatkannya bahawa kita tidak perlu berkejar-kejar dalam kehidupan ini sehinggakan seseorang melontar batu hanya kerana hendakkan perhatian .

Pengajaran :
Tuhan tidak menjanjikan hidup ini tidak pernah susah, bersuka-ria tanpa kesedihan, panas tanpa hujan tetapi ia memberi kita kekuatan, menenangkan kita semasa kesedihan dan menunjukkan jalan yang sebenar-benarnya. Janganlah kita sombong dengan kelebihan yang sementara.
=========
Semoga menjadi iktibar dan renungan kita bersama…

Tolong Ingatkan Aku




Tolong ingatkan aku
Andai aku terlupakan Tuhan
Dalam kelapangan dan kesibukan
Dalam kesenangan dan kesusahan

Tolong ingatkan aku
Jangan jadi anak derhaka
Mak ayah dilupakan jangan
Usah diluka hati dan perasaan

Tolong ingatkan aku
Supaya ingat pesanan guru
Bukan sekadar peringatan
Tapi tarbiyah berpanjangan

Tolong ingatkan aku
Dengarlah dan bacalah al-quran
Tika radio penuh hiburan
Tika tv penuh Hindustan

Tolong ingatkan aku
Di mana Islamnya zahirku
jika aurat didedahkan
disingkat, diketat dan dijarangkan

Tolong ingatkan aku
Jadilah sahabat yang baik
Sentiasa memberi peringatan
Sentiasa menerima teguran

Tolong ingatkan aku
Kalau bercinta biar keranaNya
Dalam memilih utamakan Iman
Kelak ikatan dihindari syaitan

Tolong ingatkan aku
Hidup ini satu kembara
Kutiplah mutiara dalam perjalanan
Moga di sana menjadi bekalan

Tolong ingatkan aku
Diri ini milik Yang Kuasa
KepadaNya jiwa diserahkan
Segala-galanya Dialah tumpuan

Tolong ingatkan aku walaupun aku masih ingat
tak semestinya aku ingat semua

Wahai tuhan yaRobbul alamin…..
ampuni dosaku insan yang kerdil ini…
Kerana tidak sempurna seperti Kekasihmu…. Muhammad S.A.W
Kerana aku insan biasa yang sering Lupa Pada mu…

HADIS-HADIS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SOLAT DAN PUASA DI BULAN REJAB

HADIS-HADIS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SOLAT DAN PUASA DI BULAN REJAB

Sebagai manusia biasa yang jahil tentang Ilmu Hadis, kita sering di”forward” dgn pelbagai e-mail yg sekali imbas sangat baik. Namun tanpa kita sedari, banyak e-mail yg diterima meletakkan quote “Sabda Rasulullah SAW” tnp menyatakan riwayat dr perawi mana, adalah hadis yg masih boleh diragukan kesahihannya.Malah ada yg palsu sama sekali. Dgn sekali baca kita akan menganggap ianya benar dan perrcaya bulat-bulat.
Untuk kali ini, produkhalal ingin mengajak semua mengambil satu pendekatan bahawa sekiranya ada quote “Sabda Rasulullah SAW” tanpa menyatakan siapa perawinya, kita kena HOLD dulu dlm hati, cuba cari kesahihannya.
Insya Allah lebih Selamat.
Wallahu alam
HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
http://www.almanhaj.or.id/content/1523/slash/0
Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang dengan menjanjikan terkabulnya doa dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya.
Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh yang benar.
Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah dan palsu. Oleh kerana itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan ibadah yang khusus pada bulan Rajab. Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab.

HADITS PERTAMA

Ertinya : Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku�
Keterangan: HADITS INI MAUDHU’
Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): Hadits ini maudhu’ (Lihat Maudhu’atush Shaghani (I/61, no. 129))
Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh:
Ertinya : Janganlah kalian lalai daripada (beribadah) pada malam Jumaat pertama di
bulan Rajab, kerana malam itu Malaikat menamakannya Raghaaib…�
Keterangan: HADITS INI MAUDHU’
Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): Hadits ini diriwayatkan oleh Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad bin Said al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Abdullah as-Shanany, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu�. (Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if (no. 168-169))
Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): “Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: “Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka.” (Al-Maudhu’at (II/125), oleh Ibnul Jauzy)
Imam adz-Dzahaby berkata: “ ’Ali bin ‘Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits.”
Kata para ulama lainnya: “Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa’ib.” (Periksa: Mizaanul I’tidal (III/142-143, no. 5879))

HADITS KEDUA

“Ertinya : Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur’an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya’ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba.”
Keterangan: HADITS INI MAUDHU’
Kata al Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany: “Hadits ini palsu.” (Lihat al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’ (no. 206, hal. 128), oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky (wafat th. 1014H))

HADITS KETIGA:

“Ertinya : Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka’at, setiap raka’at membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian.” Kami berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: ‘Allah akan pelihara dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak diseksa.’”
Keterangan: HADITS MAUDHU’
Kata Ibnul Jauzi: “Hadits ini palsu dan kebanyakan rawi-rawinya adalah majhul (tidak dikenal biografinya).” (Lihat al-Maudhu’at Ibnul Jauzy (II/123), al-Fawaa’idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh as-Syaukany (no. 144) dan Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at (II/89), oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani (wafat th. 963 H).)

HADITS KEEMPAT

“Ertinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan shalat empat raka’at, di raka’at pertama baca ‘ayat Kursiy’ seratus kali dan di raka’at kedua baca ‘surat al-Ikhlas’ seratus kali, maka dia tidak mati hingga melihat tempatnya di Syurga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum dia mati)”
Keterangan: HADITS INI MAUDHU’
Kata Ibnul Jauzy: “Hadits ini palsu, dan rawi-rawinya majhul serta seorang perawi yang bernama ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah perawi matruk menurut para Ahli Hadits.” (Al-Maudhu’at (II/123-124).)
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah rawi yang lemah. (Lihat Taqriibut Tahdziib (I/663 no. 4518))

HADITS KELIMA

“Ertinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan.”
Keterangan: HADITS INI SANGAT LEMAH
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu’.
Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa’ib, dia adalah seorang rawi yang matruk. (Lihat al-Fawaa-id al-Majmu’ah (no. 290))
Kata Imam an-Nasa’i: “Furaat bin as-Saa’ib Matrukul hadits.” Dan kata Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: “Para Ahli Hadits meninggalkannya, kerana dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam ad-Daraquthni.” (Lihat adh-Dhu’afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa’i (no. 512), al-Jarh wat Ta’dil (VII/80), Mizaanul I’tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan (IV/430).)

HADITS KEENAM

“Ertinya : Sesungguhnya di Syurga ada sungai yang dinamakan ‘Rajab’ airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai itu.”
Keterangan: HADITS INI BATHIL
Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailamy (I/2/281) dan al-Ashbahany di dalam kitab at-Targhib (I-II/224) dari jalan Mansyur bin Yazid al-Asadiy telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Imran, ia berkata: “Aku mendengar Anas bin Malik berkata, …”
Imam adz-Dzahaby berkata: “Mansyur bin Yazid al-Asadiy meriwayatkan darinya, Muhammad al-Mughirah tentang keutamaan bulan Rajab. Mansyur bin Yazid adalah rawi yang tidak dikenal dan khabar (hadits) ini adalah bathil.” (Lihat Mizaanul I’tidal (IV/ 189))
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: “Musa bin ‘Imraan adalah majhul dan aku tidak mengenalnya.” (Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (no. 1898))

HADITS KETUJUH.

“Ertinya : Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa lapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya lapan buah pintu dari pintu-pintu Syurga. Dan barang siapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.”
Keterangan: HADITS INI PALSU
Hadits ini termaktub dalam kitab al-Fawaa’idul Majmu’ah fil Ahaadits al-Maudhu’ah (no. 288). Setelah membawakan hadits ini asy-Syaukani berkata: “Suyuthi membawakan hadits ini dalam kitabnya, al-Laaliy al-Mashnu’ah, ia berkata: ‘Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin al-Azhar dari Abaan dari Anas secara marfu’.’”
Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang sangat lemah:
(1). ‘Amr bin al-Azhar al-‘Ataky.
Imam an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits.” Sedangkan kata Imam al-Bukhari: “Dia dituduh sebagai pendusta.” Kata Imam Ahmad: “Dia sering memalsukan hadits.” (Periksa, adh-Dhu’afa wal Matrukin (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I’tidal (III/245-246), al-Jarh wat Ta’dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353))
(2). Abaan bin Abi ‘Ayyasy, seorang Tabi’in shaghiir.
Imam Ahmad dan an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya).” Kata Yahya bin Ma’in: “Dia matruk.” Dan beliau pernah berkata: “Dia rawi yang lemah.” (Periksa: Adh Dhu’afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I’tidal (I/10), al-Jarh wat Ta’dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142))
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Syaikh dari jalan Ibnu ‘Ulwan dari Abaan. Kata Imam as-Suyuthi: “Ibnu ‘Ulwan adalah pemalsu hadits.” (Lihat al-Fawaaidul Majmu’ah (hal. 102, no. 288).
Sebenarnya masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan Rajab, shalat Raghaa’ib dan puasa Rajab, akan tetapi kerana semuanya sangat lemah dan palsu, penulis mencukupkan tujuh hadits saja.
[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Zaadul Ma’aad (I/375) cet. Muassasah ar-Risalah.
Posted in bid’ah, hadith.

share

wallahua'lam

ANTARA MIMPI RASULULLAH S.A.W


Antara 9 Mimpi Nabi Muhammad SAWDaripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad sawbersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang olehmalaikatulmaut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, makamalaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DANKEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yangamatmenyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni olehsyaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkandengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuatdaripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkanrantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SOLATNYA YANGKHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali diamendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglahpahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga iamerasapuas.
6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yangsedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akandiusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYAsambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelitadi sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di da lam keadaan binggung,makadatanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalumengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang - benderang.
8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmintetapimereka tidakpun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFATSILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalumenyerukepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara merekadengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api kemukanya,makasegeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalumenabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

PESANAN ROH KEPADA MANUSIA

Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam sama ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan malaikat maut". Selepas itu, mayat pula bersuara sambil merayu : "Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh". Apabila dimandikan, roh sekali lagi merayu :"Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh" . Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani kepalanya kerana ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami buat kali terakhir kerana tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat. Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan : "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meniggalkan isteriku menjadi Balu. Maka janganlah kamu menyakitinya.Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian Menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya" . Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir. Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula berpesan: " Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini sebagaimana ia melalaikan aku". "Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung kesalahanku". "Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mahu mendoakan aku". Ada satu riwayat drp Abi Qalabah mengenai mimpi beliau yang melihat kubur pecah. Lalu mayat-mayat itu keluar dari duduk di tepi kubur masing-masing. Bagaimanapun tidak seorang pun ada tanda-tanda memperolehi nur di muka mereka. Dalam mimpi itu, Abi Qalabah dapat melihat jirannya juga dalam keadaan yang sama. Lalu dia bertanya kepada mayat jirannya mengenai ketiadaan nur itu. Maka mayat itu menjawab: "Sesungguhnya bagi mereka yang memperolehi nur adalah kerana petunjuk drpd anak-anak dan teman-teman. Sebaliknya aku mempunyai anak-anak yang tidak soleh dan tidak pernah mendoakan aku". Setelah mendengar jawapan mayat itu, Abi Qalabah pun terjaga. Pada malam itu juga dia memanggil anak jirannya dan menceritakan apa yang dilihatnya dalam mimpi mengenai bapa mereka. Mendengar keadaan itu, anak-anak jiran itu berjanji di hadapan Abi Qalabah akan mendoa dan bersedekah untuk bapanya. Seterusnya tidak lama selepas itu, Abi Qalabah sekali lagi bermimpi melihat jirannya. Bagaimanapun kali ini jirannya sudah ada nur dimukanya dan kelihatan lebih terang daripada matahari. Baginda Rasullullah S.A.W berkata: Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar.Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu." Sambung Rasullullah S.A.W. lagi: "Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S. "Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap di sebelahkiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut rohorang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada AllahS.W.T.dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dariarah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah,tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan." Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan enghadiri majlis-majl! i! s ilmu." Apabila gagal malaikat maut,mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian AllahS.W.T. berfirman yang bermaksud:"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu." Sebaik saja mendapat perintah AllahS.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan AsmaAllah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah da! n cintanya kepada AllahS..W.T maka keluarl! ah roh tersebut dari arah m ulut dengan tenang. Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:-
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5.Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7.Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin,mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."
Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.
P/S : Petikan daripada emel yang diterima dari member induksi.TQ.

Ingatlah selalu kawan:



1. Allah Ta'ala mengetahui apa yang ada di dalam diri kita.
{وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ} [البقرة: 235]
Artinya: "Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya". QS. Al Baqarah: 235.

2. Allah Ta'ala selalu mengawasi setiap sesuatu.
{وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا } [الأحزاب: 52]
Artinya: "Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu". QS. Al Ahzab: 52.

3. Allah Ta'ala selalu bersama kita, mengetahui dan melihat kita.
{وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ} [الحديد: 4]
Artinya: "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". QS. Al Hadid:4.

4. Allah mengetahui mata-mata yang berkhianat.
{ يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ} [غافر: 19]
Artinya: "Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati". QS. Ghafir: 19.

5. Bukankah penciptaan kita tidak sia-sia, nanti ada pertanggung jawaban di hadapan Allah Ta'ala.
{وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ} [ص: 27]
Artinya: "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan kebatilan (sia-sia). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka". QS. Shaad:27.
{أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ } [المؤمنون: 115]
Artinya: "Apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?". QS. Al Mukminun: 115. Wallahu a'lam.

Peringatan pada yang leka

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?”.  Hatim berkata, “Apabila masuk waktu solat, aku berwuduk zahir dan batin”.  Isam bertanya, “Bagaimana wuduk zahir dan batin itu?” Hatim berkata, “Wuduk zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wuduk dengan air, sementara wuduk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara”.
  1. Bertaubat
  2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
  3. Tidak tergila-gilakan dunia
  4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)
  5. Tinggalkan sifat berbangga
  6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
  7. Meninggalkan sifat dengki
Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan”.
  1. Aku sedang berhadapan dengan Allah
  2. Syurga di sebelah kananku
  3. Neraka di sebelah kiriku
  4. Malaikat Maut berada di belakangku
  5. Aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Siratul Mustaqim’
  6. Aku menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik
Sambungnya lagi, “Setiap bacaan dan doa di dalam solat, aku faham maknanya kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud (mengucapkan dua kalimat syahadat yakni kepada Allah dan RasulNya) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun”.
Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.
Sabda Nabi, “Ilmu itu milik Tuhan, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan, insyaAllah Tuhan akan menggandakan 10 kali kepadanya”.

Muqaddimah Zina

“Susah, ustaz. Macam mana nak solat dalam kapal terbang kalau pakaian kotor” kata seorang anak muda.
“Nak berangkat ke UK pun pakai baju kotor? Tak sempat basuh ke?” tanya si ustaz.
“Bukan macam itu. Pakaian yang dipakai sudah tentu bersih. Tetapi semasa ke tandas di KLIA, di situlah pakaian jadi kotor” jelas beliau.
“Mengapa? Ustaz ke tandas tiada masalah pun” si ustaz ‘pura-pura tidak tahu’.
“Ustaz lainlah” ujar anak muda itu lagi.
“Apa pula lainnya. Awak lelaki, ustaz lelaki. Masuk pun ke tandas yang sama. Cuma, awak kencing berdiri ya?” si ustaz bertanya terus ke topik sebenar.
Anak muda itu ketawa kecil. Apa yang beliau tidak mahu menyebut, telah disebut oleh sang ustaz.
Memang sukar.
Jika bersolat di dalam pesawat terganggu oleh kesukaran menentukan arah kiblat, ada penyelesaiannya. Andaikata bermasalah untuk berdiri, ada penyelesaiannya. Jika sulit mahu mengambil wudhu’, ada kaedah-kaedahnya. Tetapi jika pakaian tidak bersih, memang susah mahu diselesaikan. Bayangkan, dalam kesesakan ratusan penumpang kapal terbang, si anak muda mahu menyalin seluar dengan memakai kain pelekat, mahu sahaja disikunya orang di kiri dan kanan.
Justeru, jika kita jenis orang yang bersolat kerana Islam, maka Islamlah semenjak di rumah dan di Lapangan Terbang. Jangan tiba-tiba mahu mengambil Islam, memang banyak ‘kerosakan’ yang terpaksa diuruskan!
Sama juga dengan perempuan. Andaikata solat itu hendak dikerjakan semasa berada di dalam pesawat, selain pakaian perlu bersih, pastikan juga ia sempurna menutup aurat. Andai pakaian yang dipakai itu tidak cukup syarat untuk membolehkan kita bersolat dengannya, memang sukar kalau tiba-tiba di dalam pesawat, mahu disarung telekung. Mahu terserkup orang di sebelah!
Demikianlah Islam.
PAKEJ
Di pangkal, di tengah atau di hujung, Islam ada caranya yang tersendiri untuk berfungsi. Tetapi sebagai sebuah sistem, Islam mesti diambil seawal langkah yang pertama.
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam (dengan mematuhi) SEGALA hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan. Sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata” [al-Baqarah 2: 208]
Demikian Allah berpesan.
Apabila Islam diambil, ambillah ia secara sempurna. Pakej yang lengkap. Menerima sebahagian dan meninggalkan sebahagian yang lain, adalah cara Syaitan menyesatkan manusia, sedangkan Syaitan itu adalah musuh manusia yang amat nyata. Kelihatannya di sepanjang sejarah manusia, Syaitan itu makhluk yang sabarnya sering mengatasi manusia. Syaitan tidak tergesa-gesa untuk mencapai misinya. Segalanya berlaku secara berperingkat, sedikit demi sedikit, dalam kealpaan manusia yang tidak menyedarinya.
Itulah enjin di sebalik musibah buang bayi di negara kita.
Buang bayi kerana berleluasanya zina.
Berleluasanya zina kerana pencegahannya tidak mengambil acuan Islam.
“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya ia adalah suatu kecelaan dan seburuk-buruk jalan pilihan manusia” [al-Israa' 17: 32]
Allah tahu, zina itu sedap dan nikmat. Menolaknya jika sekadar menolaknya, terlalu sukar. Justeru sama seperti maksiat-maksiat yang lain, Allah bantu kita untuk mengelaknya dengan menutup pintu-pintu kepada zina. Sesungguhnya menolak zina hanya menjadi realiti apabila MUQADDIMAH ZINA dilihat sebagai muqaddimah zina yang mesti dihindari.
Apakah muqaddimah zina yang mesti dicegah itu?
1. MENUNDUKKAN PANDANGAN
Tingkap itu yang mesti dipelihara. Jendela penglihatan yang turun ke hati dan kemaluan. Menundukkan pandangan itu bermaksud memelihara penglihatan daripada melihat perkara haram. Perkara yang merangsang libido dan mengundang diri kepada zina. Firman Allah Subhanahu wa Ta’aala:
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuannya tentang apa yang mereka kerjakan.” [al-Nur 24: 30]
Wanita-wanita yang beriman itu juga diberikan saranan yang sama. Di dalam ayat yang menyusul perintah di atas, Allah memerintahkan kaum wanita seperti kaum lelaki, sama-sama memelihara pandangan daripada melihat apa yang tidak diharuskan baginya melihat.
“Alahai, takkanlah baru tengok sudah mahu berzina!” seorang manusia mahu berbijak-bijak berhujah dengan Tuhan.
Dia lupa, fitnah penglihatan dan zina bukan urusan rasional. Ia urusan nafsu dan kemaluan. Urusan hati yang membuat pertimbangan. Justeru itu Allah berpesan, “yang demikian itu lebih suci bagi mereka”. Muqaddimah zina ini bukan hanya urusan di peringkat individu. Ia bertujuan membentuk suasana yang sihat. Saling bekerjasama untuk mewujudkan suasana yang tidak mengundang zina.
2. MEMELIHARA AURAT
Menundukkan pandangan daripada perkara haram menjadi lebih mudah apabila perkara haram itu tercegah dalam daerah halalnya. Anggota tubuh yang perlu diberi perlindungan, adalah cara seseorang memuliakan dirinya sendiri dan menghormati orang lain yang bermata lagi berhati, juga bernafsu.
Peliharalah aurat.
Wanita.
Lelaki.
Sama sahaja.
“Dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka…” [al-Nur 24: 31]
Perintahnya bukan perintah menutup rambut.
Perintahnya adalah perintah memelihara aurat.
3. TIDAK BERTABARRUJ JAHILIAH
Menutup aurat itu cara Allah mengajar kita membentuk diri. Biar dengan menutup aurat itu kita belajar menganut sifat malu, belajar mengenal batas-batas diri yang mewujudkan rasa berTuhan dalam kehidupan dengan batasan-batasan itu.
“Dan hendaklah kamu melazimkan diri berada di rumah kamu serta janganlah kamu mendedah, menghias dan menonjolkan diri seperti yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliyah zaman dahulu” [Al-Ahzaab 33: 33]
“Saya sudah menutup aurat!” kata seorang perempuan yang bertudung.
Beliau terlepas pandang, tudungnya memang bertudung tetapi solekan di bibir dan kelopak matanya sangat keterlaluan, di dalam tudungnya ada bonggol sanggul yang sengaja ditolak ke atas meninggikan kepala, kakinya memakai rantai berloceng, hingga setiap inci tubuhnya menarik perhatian untuk dilihat dan direnung, biar pun beliau itu bertudung.
Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau meriwayatkan bahawa Rasulullah sallallaahu alayhi wa sallam telah bersabda :
Dua golongan yang termasuk dari kalangan ahli neraka yang tak pernah aku lihat iaitu yang pertama mereka yang memegang cemeti seperti ekor lembu (bentuk cemeti itu seperti ekor lembu yang berbulu-bulu dan berambut-rambut) dan mereka memukul manusia dengan cemeti tersebut. Yang kedua adalah perempuan memakai pakaian tetapi keadaanya umpama telanjang (ketat), dan perempuan ini berjalan sambil berlenggang lenggok dan sanggol rambutnya (ataupun sekarang ikatan rambutnya) umpama bonggol unta.Dan perempuan yang sebegini keadaanya tidak akan mencium bau syurga. Ketahuilah bau syurga sudah boleh diciumi dari jarak begini dan begini. [Hadith riwayat Muslim no. 2128]
Bertudung. Tetapi masih mahu menarik perhatian orang memandang dan membelek.
Justeru hilanglah hikmah memelihara aurat.
Biar pun rambut ditutup, dia masih kaya dengan elemen Jazb al-Intibah (menarik perhatian dan pandangan orang).
4. BERURUSAN DENGAN BATASAN
Bekerja, belajar, bermesyuarat, berjiran dan bermasyarakat, semuanya harus.
Namun keharusan itu harus dipandu oleh batasan.
Silang jantina perlu mengenal keperluan dan tujuan, jangan hanya berpandukan kemahuan.
“Dan apabila kamu meminta sesuatu yang harus diminta daripada mereka maka mintalah kepada mereka dengan perantaraan hijab. Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka” [al-Ahzaab 33: 53]
Sama ada hijab itu berupa tabir yang fizikal, atau sekurang-kurangnya mengekalkan batas pergaulan antara lelaki dan perempuan.
Bermesyuaratlah, tetapi biar seadanya.
“Hai, takkanlah sembang-sembang sudah terangsang?” hujah seorang bijak pandai di syarikat Multinasional.
“Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka” jawab Allah.
Dia yang memiliki hati. Dia tahu sifat baik dan buruk hatimu. Justeru nasihat-Nya tentang hati itulah nasihat terbaik untuk manusia yang mahu berhati-hati.
Lihatlah di pejabat, siapa di meja sebelah, siapa di kubikel depan, keluar makan tengah hari dengan siapa, dari Stesyen LRT ke pejabat tumpang kereta siapa, pergi ke site atau bertemu pelanggan naik kereta siapa, semua itulah yang perlu dipertimbangkan kembali, kerana melakukannya tanpa batasan adalah MUQADDIMAH ZINA.
5.  TIDAK MELUNAKKAN SUARA
Dengar suara, mahu orangnya.
Itu akibat manusia-manusia yang hatinya berpenyakit.
Sakitnya pula letak di hati yang tidak kelihatan. Justeru jangan cari penyakit. Jangan lunakkan suara semasa berbicara. Bersahaja, sederhana, seperti biasa, jangan dimanja-manja, jangan mengada-ngada.
“Andaikata kamu benar-benar beriman, maka janganlah kamu lunak-lunakkan suara semasa berbicara. Nantinya orang-orang yang hatinya berpenyakit menjadi tamak. Justeru berbicaralah dengan perbicaraan yang maaruf” [al-Ahzaab 33: 32]
NORMALISASI MUQADDIMAH ZINA
Mencegah lebih baik daripada mengubat… bukan slogan tanpa asas!
Cabarannya, bagaimanakah penerimaan kita terhadap saranan-saranan Allah ini?
Percaya bahawa kita lebih bijak daripada-Nya?
Semua perintah dan larangan yang dihimpunkan itu tadi (sebagai memetik sebahagiannya) telah mengalami normalisasi. Semuanya sudah diterima sebagai satu cara hidup semasa.
“Make sure you balik before Midnite, ok. This is my house. You follow my rule!” kata si ayah yang ‘cool’.
Anak lelakinya keluar menonton wayang dengan rakan silang jantina.
Muqaddimah zina sudah jadi biasa. Sudah tidak lagi dianggap salah. Ia diterima sebagai satu cara hidup kontemporari, tidak hanya di kota malah di desa. Sudah jadi biasa. Lantas buruk benar kalau ia tiba-tiba digelar sebagai Muqaddimah Zina!
Itulah NORMALISASI…
“Alaa, she’s still young. Let her taste the excitement. Just be herself. Jangan hipokrit. Nanti bila nak pakai tudung tu, dia pakailah. Kita doakan!” kata si emak melihat anak perempuannya keluar rumah dengan penuh gaya.
Memaksa diri bertudung kerana di dunia ini ada Tuhan, namanya hipokrit?
Akhirnya, menutup pintu Muqaddimah Zina dianggap kolot.
Walhal itulah hidup bertamadun. Hidup yang tahu membataskan diri.
Bergaul sesuka hati, menyentuh sesedap rasa, menunggang tak kenal agama, itu Lifestyle rimba.
“Nampakkah kamu keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat? Atau adakah engkau menyangka bahawa kebanyakan mereka mendengar atau memahami (apa yang engkau sampaikan kepada mereka)? Mereka hanyalah seperti binatang ternak, bahkan (bawaan) mereka lebih sesat lagi.” [al-Furqan 25: 43-44]

kenapa ummat hari ni bermarajalela membuat maksiat?

Bismillahirahmanirahim

Assalamua'laikum & salam sejahtera + salam mujahadah + ukhwah + sewaktu dengannya~
Today I not feeling to write anything but 1 article that I read make me want to post something but it article just I 'copy' + 'paste'... so you all can read~ only adds the knowledge.. k!


(Ilmu tanpa cahaya, mana nak beri manfaat?, sekadar maklumat yang akan dihisab, di sudut lain, isteriku bertanya: nak buat sampai bila ni bang? Lalu jawabku...)

Copy/paste email:

Assalamualaikum,

Baru baru ni saya telah mula mencari bahan untuk membaca di semua laman sesawang mahupun entry-entry di blog berkenaan dengan ilmu agama tetapi hati saya tiba tiba tertarik untuk membaca entry-entry yang sedia ada dalam 'keretamayat'. Ade yang menyentuh hati saya.
Syabas kerana telah mencipta blog yang saya rasa ade baiknye juga menyentuh hal ehwal agama walaupun anda bukan lah ustaz, hehe :)

Sebenarnya saya ingin bertanya, bagaimana kalau kita hendak mengajak suami yang malas bersolat untuk solat? teguran yang bagaimana hingga tidak melukakan hati suami? adakah isteri perlu menegur dengan cara yang penuh berhemah? atau hikmah? sangat direct soalan saya ini :)
Saya harap anda dapat memberi sedikit nasihat atau pandangan, terima kasih~
p/s : Takut pulak bila baca ayat 'kereta mayat' ingatkan blog ni semuanya cerita kisah seram huhuuu

******************

JAWAPAN DARI BUKAN USTAZ KERETAMAYAT...

walaikumusallam.

Eh? Bukan semua cerita kat blog aku ni kisah seram ke? seperti jika tak puasa kena makan buah zakum, atau jika tak solat masuk neraka dan berjiran dengan firaun, atau jika tolak ajakan suami jam waktu bertukar sendiri, tak seram ke?

Ok, just a joke..,

Puan, masalah suami puan yang tidak bersolat adalah kerana hati suami puan sudah gelap dengan dosa dan maksiat.., bila hati sudah gelap, maka ilmu tidak memberi sebarang manfaat, kerana ilmu akan bermanfaat jika ada cahaya.

Sebagai contoh, seorang yang pandai bertukang emas, tapi jika di bawa ke dalam gua yang gelap, yang ada bijih batu dan bijih emas serta benda-benda lain, maka susah sekali tukang emas tu nak pilih emas sambil meraba raba dalam gelap,

Bermakna disini, walaupun tukang emas tu kenal sangat dengan emas, tapi bila takde cahaya, maka dia pun tak tahu mana satu emas mana satu batu..?, nampaknya, walaupun seorang yang pandai bertukang emas dan tahu ilmu ketumpatan bahan, tapi bila takde cahaya, boleh pulak seorang yang pandai bertukang emas itu terambil tahi sembelit kelawar sebanyak satu kilo kerana sangka itu adalah emas..,

Sama jugak macam Tipah yang tahu ular berbisa berdasarkan warna dan bentuk ular, tapi jika diletakkan Tipah dalam bilk gelap bersama ular yang berbisa dan tak berbisa, tentu Tipah pun tak dapat nak pilih sebab bilik tu gelap, kan?

Walaupun Tipah tahu ilmu keularan, tapi bila takde cahaya, mampus jugak Tipah dipatuk oleh ular kapak..

Begitu jugak doctor pakar, ilmunya tak boleh nak dilaksanakan dalam bilik bedah yang gelap, tok mudim pun tak boleh potong kerandut zakar dalam gelap, dan puan sendiripun, jika pandai parut kelapa, tentu tak mampu nak parut kelapa dalam gelap, so, moral of the story: ilmu tanpa cahaya.., maka ilmu itu tak dapat nak di amalkan dan ianya menjadi maklumat sahaja..

Balik kepada mangsa dalam entry ini iaitu suami puan, yang tidak bersolat walaupun banyak ilmu bab solat yang dia tahu,(mungkin) tapi sebab hatinya gelap, maka dia gagal mempraktikan ilmu solatnya..

Kes ini pernah terjadi pada suami orang lain, yang cukup pandai bercakap bab ugama dan politik, tahu kelebihan solat berjemaah, tahu yang mana fardu dan yang mana sunnat dalam solat, tapi bila azan selamba tak pergi masjid, kenapa?

Dan ternyata dia ni tak pergi bukan sebab jahil, tak caya tanya dia, berapa ganjaran solat berjemaah, nescaya akan dijawab, dua puluh tujuh siap dengan air liur tersembur.., tapi kenapa tak pergi solat berjemaah? Ilmu apa lagi yang takde?

Jawabnya, semua ilmu bab solat dia dah ada, tapi sebab hati nya gelap tiada cahaya, maka ilmunya tak boleh bagi manfaat kepadanya dan jadilah ilmunya hanya maklumat sahaja..

Dan kes ini banyak berlaku pada ummat islam hari ni, tanya perempuan yang tak tutup aurat, mereka tahu tak azab neraka untuk mereka yang segaja menampakkan rambut? dan tanya mereka kelebihan bab tutup aurat?, mereka tahu!, sebab mak bapak dan ustaz masa SPM dah 'lebuk' kitab ajar mereka, tapi kenapa mereka masih free hair? Sebab hati mereka gelap, tiada cahaya.., bila tiada cahaya, maka ilmunya tak boleh bagi manfaat kepadanya dan jadilah ilmunya hanya maklumat sahaja...

Sama jugak mereka yang bercouple, berzina dan buang anak dalam tong sampah.., adakah mereka buat semua itu kerana mereka tak tahu azab dan dosa? Mereka tahu, ilmu banyak.., bukti: lulus pendidikan islam waktu SPM, tapi oleh kerana hati gelap, tiada cahaya, maka ilmunya tak boleh bagi manfaat kepadanya dan jadilah ilmunya hanya maklumat sahaja...

Kita balik sekali lagi kepada mangsa utama dalam entry ini iaitu suami puan, yang tidak bersolat walaupun banyak ilmu bab solat yang dia tahu, tapi sebab hatinya gelap, maka dia gagal mempraktikan ilmu solatnya.., sekarang puan bertanya kepada saya yang seram ini, apa yang perlu kita buat?

Jawapannya mudah sahaja, jika pakar tukang emas tadi nak pastikan masalah terambil tahi sembelit kelawar dalam gua yang gelap itu tidak berulang, maka tukang emas tu perlulah bawa lampu bersamanya..,

Sama jugak kes Tipah yang dah mampos di patuk oleh ular kapak, maka pihak keretamayat bila nak buat kerja memungut mayat si Tipah dalam bilik gelap bersama ular berbisa itu, maka aku akan suluh dengan 'high beam' keratamayat, nampaklah aku mana ular kapak tu dan senanglah aku bunuh ular tu dengan meng-kapak-kannya..

Doctor dan tok mudim yang terpotong kemaluan pesakit dalam bilik gelap, juga dapat diselesaikan masalah itu dari berulang jika mereka membuat kerja-kerja pembedahan dibawah lampu neon yang menghiasi kotaraya misalnya..

Jadi, Kita balik sekali lagi kepada mangsa utama dalam entry ini iaitu suami puan, yang hatinya gelap seperti dakwat, macam mana nak bagi hati suami puan kembali bersinar seperti bintang kejora yang bersinar di waktu malam, bagaimana?

Jawapanya, jika doctor, tukang emas, dan tok mudim tadi selesaikan masalah mereka dengan mengunakan sumber cahaya dari TNB (tenaga National Berhad) maka puan juga kena ambil cahaya dari sumber yang lebih hebat lagi untuk terangi hati suami puan.., sebab nak suluh hati tak boleh guna lampu LED (light-emitting diode) tapi kena guna sumber cahaya dari Pencipta hati itu sendiri iatu NUR dari langit..

Senang cerita, Bila ada cahaya, kita boleh bezakan yang mana batu..yang mana emas..

Apabila manusia nampak emas..maka manusia akan faham nilai emas,

Apabila manusia faham nilai emas…, maka akan datang keinginan untuk mendapatkan emas tersebut..

Apabila dah ada keinginan, maka manusia akan melakukan usaha untuk mendapatkan emas tersebut.

Apabila usaha di buat..insyaAllah..akan dapatlah emas tersebut…!

Korang faham? Simple je nih..

Begitu jugak kes arwah Tipah tadi, dengan ada cahaya, kita boleh bezakan yang mana satu ular kapak dan yang mana satu ular lidi…

Apabila manusia nampak ular.., maka manusia akan faham ancaman ular..

Apabila manusia faham ancaman ular, maka akan datang keinginan untuk lari dari bahaya ular tersebut,

Apabila dah ada keinginan, maka manusia akan melakukan usaha untuk lari dari bahaya ular tersebut

Apabila usaha di buat..insyaAllah..akan selamatlah manusia dari ancaman ular tersebut…amin…!

So, nampak peranan cahaya dalam mempraktikkan ilmu?,

Jadi: kesimpulan yang kita dapat dari kisah Cahaya dan Ilmu ini adalah, bila ada cahaya:

1-Kita Akan Nampak Manfaat Atau Mudarat
2-Kita Akan Faham Nilai Atau Ancaman
3-Kita Akan Datang Keinginan Untuk ambik Manfaat atau elak Mudarat
4-Kita Akan Buat Usha Untuk Ambik Atau Buang

Balik dalam bab ugama, jika kita renung balik, akan kenapa ummat hari ni bermarajalela membuat maksiat?

Jawapannya bukan sebab mereka takde ilmu, tapi kerana hati mereka tiada Cahaya (Nur Ilahi)

Hati yang ada cahaya/NUR sahaja yang dapat:

1.Nampak Perintah Allah
2.Faham Manfaat Dari Perintah Allah
3.Datang Keinginan Untuk Beramal
4.Buat Usaha Beramal... Lagi Dan Lagi..

Sama jugak bab maksiat.., Hati yang ada cahaya/ NUR sahaja yang dapat:

1.Nampak Larangan Allah
2.Faham Mudarat Dari Allah
3.Datang Keinginan Untuk Meniggalkan Larangan Allah
4.Buat Usaha Untuk Kekal Meninggalkan Larangan Allah

Kerana itu korang yang dah tahu solat kat masjid dapat 27 kali ganda, tapi still tak gi gak, kenapa? Kerana hati korang gelap! tak de NUR..! (llmu ada, tapi hati gelap..)

Kerana itu korang orang perempuan yang dah tahu azab bukak aurat tapi still bukak gak.. kenapa? Kerana hati korang gelap! tak de NUR..!

Jadi, berbalik sekali lagi kepada mangsa utama dalam entry ini iaitu suami puan, yang hatinya gelap seperti dakwat, macam mana nak bagi hati suami puan kembali bersinar seperti bintang kejora yang bersinar di waktu malam, bagaimana?

Sebenarnya puan, Al quran dan Hadith bila dibacakan, akan mengeluarkan satu cahaya yang boleh menerangi hati si pembaca dengan syarat pembaca faham apa yang di baca dan sanggup mendengar dengan penuh rendah diri...

Kita rujuk kepada masyarakat Jahiliah di zaman nabi, masyarakat yang terkenal dengan kejahatan seperti bunuh anak perempuan hidup-hidup, minum arak dalam tengkorak berdarah, dan berjudi dengan membunuh wanita mengandung untuk teka jantina bayi.. serta lain lain maksiat..

Tapi bila mereka mendengar suara Nabi membaca Al quran dan hadith, maka satu cahaya nurani yang terang telah datang dan menerangi hati si pendengar sehingga meleleh air mata mereka keinsafan sehingga akhirnya mereka memeluk ugama islam dan bersolat tak jemu-jemu, tidak seperti suami Puan itu.

Maka kerana itulah para ulamak telah menggalakkan kita agar menghidupkan bacaan Hadith Nabi dirumah kerana apabila ‘Suara Nabi’ di dengarkan, maka ianya akan mengeluarkan satu cahaya yang boleh menerangi hati si pendengar dengan syarat si pendengar faham apa yang di dengar dan sanggup mendengar dengan penuh rendah diri...

Ilmu penting, kena belajar, tapi jika hati gelap.., maka takde kekuatan untuk amal ilmu kerana hati menjadi buta sehingga tidak nampak kelebihan dari perintah Allah...

Untuk itu, akupun belajar-belajar menghidupkan ‘Suara Nabi’ (bacaan ta’alim) dirumahku pada setiap malam selepas isyak dan membacanya di hadapan anak dan isteri yang mana aku telah melihat hati mereka mulai terang dengan cahaya kerana mereka mulai menjadi isteri dan anak yang taat kepada Allah dan suami serta ayahnya..

Nikmat mana lagi yang lebih besar dari ditaati? Mana ada raja yang sanggup jadi Raja kepada rakyat yang tak nak taat?, mana korang sanggup jadi bos kepada pekerja yang asyik mogok..?, dan mana best jika jadi suami kepada anak dan isteri yang derhaka?

Best ke jadi Mak kepada Si Tanggang?

Maka kerana itulah kita kena hidupkan kembali “suara Nabi” dirumah kita agar cahaya Al quran dan hadith dapat menerangi isi hati kita.., bila hati dah ada cahaya, barulah kita dapat amal ilmu ugama kerana terbukti, ramai orang ada ilmu ugama tapi selamba buat maksiat dan selamba tak pergi masjid sebab hati mereka gelap.., dan bila aku tanya kawan kawan aku yang istiqamah buat baik dan istiqamah pergi masjid, apa rahsia mereka?

Jawapan mereka adalah mereka mendengar “suara Nabi” setiap hari bersama anak bini.., dan yang malas bersolat di masjid serta suka solat lengah-lengah, bila ditanya, ada tak majlis “suara Nabi” di rumah korang? Jawapannya takde.., sibuk layan TV anak beranak.., macam mana hati tak jadi gelap?(walaupun TV tu bercahaya dan bewarna warni)

Oleh yang demikian, cara penyelesaianya adalah:

Korang belilah kitab mutakhab Hadith karangan Maulana Yusof atau Fadhilat amal karangan Maulana Zakaria.., kumpul anak beranak, dan baca dengan gaya ustaz walaupun korang bukan ustaz, dan anak beranak kena dengar gaya pelajar walaupun mereka ustaz atau ustazah..

Baca hadith Nabi jika boleh ulang tiga kali.., tak perlu tafsir sebab dah ada tafsir kat bawah.., baca jer.., maka insyAllah.., ianya akan mengeluarkan satu cahaya yang boleh menerangi hati si pendengar dengan syarat si pendengar faham apa yang di dengar dan sanggup mendengar dengan penuh rendah diri...

Zaman sahabat, mereka boleh dengar hari hari suara nabi lalu merekapun improvekan diri masing masing, sekarang, Al quran dan hadith telah menjadi warisan Nabi, tinggal kita nak kena hidupkan kembali 'suara Nabi' agar anak isteri dapat mengambil manfaat seperti mana anak isteri sahabat yang mendengar 'suara Nabi' dari suami mereka yang bercerita akan sabdaan Nabi setelah bergaul dengan Nabi sehari hari..

“Kalau isteri tak nak dengar, camne Hamka?”

Korang boleh pujuk mereka dengan ubah strategi, cakap kat mereka abang nak improve Bahasa English supaya senang naik pangkat, lalu korang beli dua kitab, satu kitab mutakhab Hadith karangan Maulana Yusof yang berwarna coklat dalam BI dan bewarna hijau dalam BM atau atau kitab Fadhilat amal karangan Maulana Zakaria yang berwarna biru dalam BI dan BM.. (rumah aku ada semua versi ini)

Lalu bila baca, korang pegang kitab BI, dan direct translate kepada BM dan mintak tolong isteri betulkan jika salah iaitu dengan biarkan isteri merujuk kitab BM lalu korang bacalah dengan merangkak-rangkak kitab BI tu dan boleh buat-buat tak tahu makna supaya isteri tawajjuh membetulkan vocabulary word lalu akhirnya korang dapat menghidupkan “suara nabi” bersama anak isteri dan dapatlah mereka menjadi orang yang bertakwa, dan korang dapat improve English lalu naik pangkat, woha!

(Dunia dapat, akhiratpun dapat, kan?)

Akhir kata, berbalik kepada mangsa utama dalam entry ini iaitu suami puan, yang hatinya gelap seperti dakwat, maka puan kenalah baca “suara nabi” banyak-banyak kat suami, cuba strategi diatas.. tapi jika suami puan menolak.., maka boleh puan bacakan pada suami sewaktu suami puan nak tidur.., selimutkan dia, kucup hadinya dan baca kitab tu macam baca bedtime story kat anak-anak.., dalam kitab tu ada jugak bab kisah sahabat yang seronok dibaca bila nak tidur..,
Dan insyAllah, masyarakat jahilliyah yang bunuh anak hidup-hidup pun boleh jadi baik bila dengar ‘suara Nabi’.., apatah lagi suami puan yang tak pernah membunuh, kalau bunuhpun mungkin setakat bunuh cicak dan nyamuk.., apalah sangat..

Mudah mudahan, bila resapan cahaya hadith datang dalam hati, maka ihtisab akan datang, lalu suami puan akan nampak perintah Allah, akan faham manfaat dari perintah allah, lalu akan datang keinginan untuk beramal dan akhir sekali akan ajak puan solat bersamanya, insyallah..

Sekian, selamat menyuluh hati suami dengan cahaya nurani..

(Ooo Nur kasih.., Aku kembali.. kerana Masih.. mencari yang hakiki.. )

Ps: Jika isteri bertanya, nak buat sampai bila majlis ‘suara Nabi’ ni bang? Korang jawablah.., abang akan buat sampai mati.., dan tanya balik isteri: bila kita mati? Mungkin esok? Maka sampai esok sahaja..., kan?

kod lemak khinzir @ BABI

Kod lemak khinzir
1. E 100         16. E 280                 31. E 434                   46. .E 482
2. E 110         17. E 300                 32. E 435                   47. E 483
3. E 120         18. E 301                 33. E 436                   48. E 491
4. E 140         19. E 325                 34. E 440                   49. E 492
5. E 141         20. E 326                 35. E 441                   50. E 493
6. E 153         21. E 327                 36. E 470                   51. E 494
7. E 160         22. E 334                 37. E 471                   52. E 495
8. E 161         23. E 335                 38. E 472                   53. E 542
9. E 210         24. E 336                 39. E 473                   54. E 570
10. .E 213      25. E 337                 40. E 474                   55. E 572
11. E 214       26. E 422                 41. E 475                   56. E 631
12. E 216       27. E 430                 42. E 476                   57. E 635
13. E 234       28. E 431                 43. E 477                   58. E 904
14. E 252       29. E 432                 44. E 478                   59. E 920
15. E 270       30. E 433                 45. E 481

Yang jelas nye…..pringles pun ader gak lemak binantang ni…kalau tak caya tengok ada E471 kat ingredients nya tu…memang patut lah Allah turunkan bala virus influenza tu….

Tidak hairan lah kalau sekarang ni ramai sangat samseng, yang muda, yang tua..laki..perempuan. ..sama jer…..solat yang wajib main tinggal je..doa pun banyak yang tak termakbul ekoran makanan2 seperti ni yang jadi darah daging…… .nauzubillah. .

Bagaimana nak lahirkan lebih ramai islam yang betul2 ‘muslim’… dari kecik dah disuapkan dengan makanan2 mengarut ni… yang hairan nya bagaimana boleh ada tanda HALAL bagi makanan2 tersebut?
Bijaknya orang2 kafir memperdayakan orang2 Islam hanya dengan makanan….. . Kebijaksanaan mereka takkan kekal lama…

Tapi…ingatlah suatu masa yang telah ditetapkan oleh Allah swt, orang2 mukmin akan bangkit jua…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...